MOU Ditjen Badilag dan BP4 Pusat

0 votes

Kepada Yth. 

1.  Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh;
2.  Pengadilan Tinggi Agama
 
 Seluruh Indonesia

Assalamu’alaikum wr. wb.

Dengan ini kami sampaikan dengan hormat surat Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama MA RI Nomor 0866/DJA/HM.00/04/2018, tanggal 10 April 2018, perihal “Penyetoran Uang Iwadh.

Demikian, terima kasih.

Wassalamu’alaikum wr. wb. 


Untuk mengunduh surat beserta lampirannya, klik link di bawah ini :

1 Surat Dirjen Badilag

Download

2 Lampiran

Download

3 MoU Ditjen Badilag dengan BAZNAS

Download


UANG IWADH CERAI TAKLIK TALAK DISETOR KE BAZNAS

Salah satu alasan perceraian dalam hukum Islam adalah suami melanggar taklik talak (Pasal 116 Kompilasi Hukum Islam). Saat suami melanggar sighat taklik talak yang dibaca setelah akad nikah, kemudian istri tidak rela maka istri dapat mengajukan gugatan cerai kepada suami ke Pengadilan Agama. Apabila Pengadilan Agama membenarkan telah terjadi pelanggaran sighat taklik talak maka istri berkewajiban memberikan iwad/tebusan sebagai syarat terjadinya perceraian tersebut.

Pada tanggal 6 April 2018 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Mahkamah Agung RI melakukan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang masing-masing diwakili oleh Dr. Abdul Manaf (Dirjen Badilag) dan M Arifin Purwakananta (Deputi Baznas) tentang Penghimpunan Dana Iwadh. Kemudian Ditjen Badilag menindaklanjuti MoU tersebut dengan mengeluarkan Surat No. 0866/DjA/HM.00/04/2018 tertanggal 10 April 2018 perihal Penyetoran Uang Iwadh yang ditujukan kepada Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh dan Ketua Pengadilan Tinggi Agama agar mengintruksikan kepada jajaran Pengadilan Agama dan Mahkamah Syar’iyah:

  1. Menyetorkan dana/uang iwadh yang berasal dari pihak berpekara sebagai akibat dari perceraian/perlanggaran sighat taklik talak sejumlah Rp 10.000,- (sepuluh ribu rupiah) per perkara ke Bank BNI Cabang Gambir Nomor Rekening : 2020-20-555-7 an. Badan Amil Zakat nasional.
  2. Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah setelah melaksanakan penyetoran setiap bulannya melaporkan ke Pengadilan Tinggi Agama/Mahkamah Syar’iyah Aceh dan Pengadilan Tinggi Agama/Mahkamah Syar’iyah Aceh setelah menerima laporan bulanan setoran uang iwadh selanjutnya merekap laporan tersebut dan dikirimkan ke Direktorat Badan Peradilan Agama MA RI Cq. Direktorat Pembinaan Administrasi Peradilan Agama paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya.

Oleh karena itu, setelah adanya MoU ini, Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah  setelah memutus perceraian karena alasan terjadi pelanggaran sighat taklik talak maka uang iwadh tersebut ditransfer ke rekening Bank BNI Cabang Gambir Nomor Rekening : 2020-20-555-7 Badan Amil Zakat nasional kemudian dilaporkan kepada Pengadilan Tinggi Agama/Mahkamah Syar’iyah Aceh setiap tanggal 10 per bulannya.

Adapun bunyi sighat taklik talak yang terdapat pada buku nikah adalah sewaktu-waktu saya : 1) Meninggalkan istri saya dua tahun berturut-turut; 2) Atau saya tidak memberi nafkah wajib kepadanya tiga bulan lamanya; 3) Atau apabila saya menyakiti badan jasmani istri saya; 4) Atau saya membiarkan (tidak memperdulikan istri saya enam bulan lamanya.

Kemudian istri saya tidak ridho dan mengadukan halnya kepada Pengadilan Agama, dan pengaduannya dibenarkan serta diterima oleh pengadilan tersebut, dan istri saya itu membayar uang sebesar Rp. 10.000,- (sepuluh ribu rupiah) sebagai iwadl (pengganti) kepada saya, maka jatuhlah talak saya satu kepadanya.Kepada pengadilan tersebut tadi kuasakan untuk menerima uang iwadl (pengganti) itu dan kemudian menyerahkan kepada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Penyelenggaraan Haji Cq. Direktorat Urusan Agama Islam untuk keperluan Ibadah Sosial.

Sebelumnya, uang iwadh akibat perceraian karena melanggar sighat taklik talak oleh Pengadilan Agama masih didistribusikan ke kas Badan Kas Masjid Pusa berdasarkan pertimbangan Pengadilan Agama sendiri atau disetorkan ke Badan Amil Zakat Nasional tanpa ada intruksi dari Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI. (by Susanto)

Komentar Anda :
Terjemahan (Translate) »