Penelitian Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya di Pengadilan Agama Buntok

0 votes

Hits: 9

Pada Selasa, 23 April 2019, Jumaidi, mahasiswa Magister Hukum Keluarga Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya mengadakan penelitian untuk keperluan memenuhi tugas akhir berupa Tesis di Desa Lehei dan Pengadilan Agama Buntok dengan mewawancarai Hakim dan Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Buntok, penelitian dilaksanakan selama dua bulan (1 April – 1 Juni 2019) berdasarkan Surat Direktur Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya Nomor : B-108/In.22/IV/PP.00.9/03/2019. Surat tersebut dibalas oleh Ketua Pengadilan Buntok, YM Muhammad Gafuri Rahman, S.Ag, M.H.I Nomor : W16-A6/367/HM.00/IV/2019 yang menyetujui permohonan izin riset tersebut.

Jumaidi sedang mewawancarai YM. M. Mustalqiran T., S.H.I., M.H., Hakim Pengadilan Agama Buntok mengenai materi yang berhubungan dengan tesis yang sedang dibuatnya, berjudul, “Perceraian di Luar Pengadilan Agama di Desa Lehei, Kecamatan Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan Perspektif Maqashid Asy-Syari’ah”.

Setelah mewawancarai YM. M. Mustalqiran T., S.H.I.,M.H., Hakim Pengadilan Agama Buntok. Jumaidi melanjutkan mewawancarai Ibramsyah, S.H., Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Buntok. Dalam wawancara ini Ibramsyah, S.H. menjelaskan bahwa alasan masyarakat Desai Lehai enggan berperkara di Pengadilan Agama Buntok dan lebih memilih cerai dibawah tangan karena dari Desa Lehai ke Pengadilan Agama Buntok sangat jauh jaraknya yang hanya dapat ditempuh menggunakan transportrasi air sehingga memerlukan biaya yang banyak. Wawancara dilakukan pada pukul 08:30-11:30 WIB. Oleh Zuse Marafa Yunianto

Terjemahan (Translate) »