WISUDA PURNABAKTI KETUA PTA BANJARMASIN, MAHKAMAH AGUNG APRESIASI PENGABDIAN TIGA DEKADE

Banjarmasin - Humas: Wakil Ketua Mahkamah Agung (MA) Bidang Non Yudisial, Dr. Dwiarso Budi Santiarto, S.H., M.Hum. memimpin Upacara Wisuda Purnabakti Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Banjarmasin, Drs. Tarsi, S.H., M.H.I. Momen purna tugas ini menjadi puncak penghormatan atas pengabdian dan konsistensi integritas seorang hakim di lembaga peradilan.
"Purnabakti bukanlah sekadar akhir dari masa jabatan struktural, melainkan penanda kemenangan dalam menjaga komitmen, martabat, dan integritas di panggung penegakan keadilan," ujar Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial.
Ia menjelaskan bahwa dinamika dan tantangan penegakan hukum yang makin kompleks menuntut para hakim untuk tidak pernah goyah dalam memegang teguh kode etik peradilan. Karena itu, mengakhiri pengabdian tanpa noda merupakan prestasi tertinggi yang patut diteladani oleh seluruh jajaran peradilan.
"Melayani masyarakat pencari keadilan hingga garis finis dengan kepemimpinan yang teladan adalah warisan paling berharga yang ditinggalkan bagi korps hakim dan aparatur peradilan," tuturnya.
Ia juga berpesan kepada seluruh hakim dan pegawai di lingkungan Pengadilan Tinggi Agama Banjarmasin agar melanjutkan rekam jejak positif yang telah dibangun, khususnya dalam memperkuat kualitas pelayanan hukum dan inovasi berbasis transparansi bagi masyarakat Kalimantan Selatan.
"Warisan terbaik yang dapat ditinggalkan oleh setiap pimpinan bukan hanya capaian administratif, melainkan budaya kerja yang berintegritas dan teladan moral yang menginspirasi generasi penerus," sebutnya.
Di akhir amanatnya, Wakil Ketua MA Non Yudisial mengingatkan bahwa Mahkamah Agung saat ini terus melakukan transformasi menuju badan peradilan yang agung melalui penguatan integritas, profesionalisme, pelayanan berbasis teknologi, pengawasan yang efektif, dan kepemimpinan yang melayani.
Prosesi wisuda purnabakti ini ditandai dengan penanggalan kalung jabatan dan penyerahan plakat penghargaan secara langsung oleh Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial. Acara tersebut turut dihadiri oleh pimpinan MA, Badan Peradilan Agama, para hakim tinggi, ketua pengadilan agama tingkat pertama se-Kalimantan Selatan, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Hakim kelahiran Sungai Durian, 8 Juli 1959 ini mengawali kiprahnya di lembaga peradilan sebagai staf Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Pengadilan Agama Negara pada 1 Maret 1991. Setelah resmi diangkat sebagai PNS pada 1 Februari 1993, ia dipercaya memangku jabatan struktural pertamanya sebagai Panitera Muda Gugatan di Pengadilan Agama Negara pada 7 Mei 1994.
Perjalanan kariernya di korps hakim dimulai saat diangkat menjadi Hakim Tingkat Pertama Pengadilan Agama Martapura pada 24 Januari 1998. Berkat rekam jejaknya, Tarsi kemudian dipromosikan menjadi Wakil Ketua Pengadilan Agama Pelaihari pada 31 Agustus 2005, lalu dipercaya sebagai Ketua Pengadilan Agama Pelaihari pada 8 Januari 2008.
Ia selanjutnya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Stabat pada 16 Januari 2014 dan diangkat menjadi Ketua Pengadilan Agama Stabat pada 22 September 2015. Pengalaman kepemimpinannya berlanjut sewaktu menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Palembang pada 30 September 2016 serta Wakil Ketua Pengadilan Agama Semarang pada 7 Januari 2019.
Akhirnya ia dipercaya memimpin tingkat banding ketika dipromosikan menjadi Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Palu pada 24 Mei 2019, yang kemudian berlanjut sebagai Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Palangkaraya pada 11 Februari 2021.
Kepemimpinannya di Pengadilan Tinggi Agama berlanjut saat dipercaya menjadi Wakil Ketua PTA Maluku Utara pada 14 Februari 2022, Wakil Ketua PTA Palu pada 5 September 2022, Wakil Ketua PTA Palangkaraya pada 12 Januari 2023, hingga Wakil Ketua PTA Banjarmasin pada 11 Desember 2023.
Tarsi kemudian dipercaya menjadi Ketua PTA Palangkaraya pada 7 Juni 2024, sebelum akhirnya menjabat sebagai Ketua PTA Banjarmasin sejak 8 September 2025 hingga memasuki masa purnabakti. (sk/ds/DI/Photo:yrz,sno)
